Indek saham mencerminkan keadaan pasar saham, baik secara keseluruhan atau sebagian, investor menggunakan indek saham untuk mengikuti perkembangan saham di pasar saham. Kebanyakan indek saham yang diperdagangkan adalah indek yang mewakili saham-saham yang berkapitalisasi besar (blue chips) dan yang paling likuid di pasar.
Stocks Index Futures adalah kontrak berjangka atas spot indek saham yang diperdagangkan.

Dengan bertransaksi indek saham maka investor tidak hanya bergantung pada performa satu saham saja tetapi pada performa pergerakan keseluruhan dari saham-saham unggulan yang terdaftar di suatu bursa saham. Pergerakkan indek saham dapat dipengaruhi oleh berbagai indikator ekonomi yang ada secara makro dan mikro, pasar uang, perubahan politik. Perdagangan index saham ini adalah perdagangan yang berbasis margin (jaminan) dengan dasar roll over serta tidak melibatkan pergerakan dana dalam bentuk apapun, tidak seperti perdagangan konvensional dimana melibatkan barang dan uang secara fisik serta membutuhkan pertemuan penjual dan pembeli. Inilah yang menyebabkan perdagangan Stock Index Futures menjadi alternatif investasi yang menjanjikan dan berkembang sangat pesat diseluruh dunia yang disebabkan karakteristiknya yang mudah dan sangat fleksibel.

Produk Stock Index Futures yang diperdagangkan di First State Futures :

Indeks Saham Hong Kong

Indek saham Hong Kong (Hangseng) merupakan indek saham-saham unggulan di Pasar Saham Hongkong (Hong Kong Exchange), dikenalkan pada 1964. Hangseng dibuat untuk mengukur Pasar Saham Hongkong. Index diukur dari nilai pasar atas harga saham dari 42 perusahaan terbesar pada pasar Hongkong dan mewakili 70% dari kapitalisasi saham pada Bursa Saham Hongkong ( HKEx ).

Perusahaan tersebut dibagi dalam 4 kelompok sub-index, yaitu : Keuangan, Properti, Industri dan Komersial, dan Umum.

Indek Saham Jepang

Indek Saham Jepang atau yang dikenal Nikkei 225 adalah merupakan indek utama dan paling diperhitungkan dari saham-saham berkapitalisasi besar di Jepang, dibuat tahun 1949. Indek diukur atas harga dari 225 saham-saham dari perusahaan blue-chip Jepang terbaik pada Bursa Saham Tokyo.
Indek Nikkei sering disebandingkan dengan indek rata-rata Industri Dow Jones (DJIA) di Amerika Serikat, dan disebut sebagai Dow Jones Asia.

Metodologi perhitungannya sama dengan yang digunakan pada indek rata – rata Industri Dow Jones (DJIA). Indek dibagi dalam 6 katagori sektor : Teknologi, Keuangan, Barang-barang Konsumsi, Permodalan, Material, Barang-Barang Modal/Lain-lain, Transportasi dan Umum.

Indek Saham Korea

Indek Saham Korea atau dikenal dengan nama KOSPI (Korea Composite Stock Price Index) sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Korea Exchange (KRX) pada tahun 1983, sebagai jawaban atas trend internasional saat itu yang banyak menggunakan Market Capitalization Based Index.

KOSPI 200 yang mulai diperkenalkan pada 15 Juni 1994 terdiri dari 200 saham blue chip yang terdaftar di Korea Exchange (KRX) dan dianggap dapat mencerminkan kelompok Industri yang diwakili dan pasar secara keseluruhan. Kelompok Industri dalam KOSPI 200: Fisheries, Construction, Mining, Services, Manufacturing, Post, Communication, Electricity, Gas dan Finance.