Pukul 13:00 WIB: Rupiah Semakin menguat ke Rp 14.180/US$

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Dolar AS kembali ke bawah Rp 14.200 Pada Rabu (4/9/2019), US$ 1 dibanderol Rp 14.180 di pasar spot. Rupiah menguat 0,28% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya. Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 12:52 WIB: Periode Kurs 1 Pekan…

Details

Ke Mana Arah Harga Emas Dunia Hari Ini?

Harga emas dunia di pasar spot terlihat kurang bertenaga sejak perdagangan awal pekan ini, padahal kondisi global kurang kondusif yang semestinya menjadi sentimen penguat bagi harga emas. Nyatanya tidak. Babak baru perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China resmi dimulai 1 September dan Negeri Tiongkok memberikan “babak tambahan” lagi. China mengadukan AS ke Organisasi Perdagangan…

Details

Gejolak Politik Proses Brexit Bikin Pound Meredup, Yuan Tiarap!

Poundsterling melemah pada Selasa (03/09) pagi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor soal “No Deal Brexit” ketika para anggota parlemen Inggris berjuang mengontrol negosiasi untuk meninggalkan Uni Eropa. Menurut berita yang dilansir Reuters Selasa (03/09) pagi, euro jatuh ke level terendah lebih dari dua tahun akibat data ekonomi Uni Eropa yang lemah menggarisbawahi harapan bahwa Bank…

Details

Yen Menguat Dipicu Besarnya Minat Investor Pada Aset Safe Haven

Yen menguat pada hari Senin, seiring meningkatnya minat terhadap aset safe-haven setelah Washington dan Beijing memberlakukan tarif tambahan pada ekspor masing-masing, menambah muramnya prospek ekonomi global. Menurut berita yang dilansir Reuters Senin (02/09), Amerika Serikat mengenakan tarif impor 15% untuk berbagai produk asal Cina mulai hari Minggu – termasuk alas kaki, jam tangan pintar, dan…

Details

Sinetron Perang Dagang Masih Lanjut, China Lapor AS ke WTO

Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang diperkirakan terjadi September ini tidak serta merta mengindikasikan bahwa perang dagang bakal berakhir. Buktinya, China kini melaporkan AS ke Organisasi Perdagangan Dunia alias WTO atas kenaikan tarif bea masuk yang dibebankan. Sebagaimana dilaporkan CNBC International, laporan itu dibuat China, Senin (2/9/2019). Dalam sebuah pernyataan, China menegaskan kebijakan…

Details

Perang Dagang AS-China Masih Bebani Harga Minyak

  Harga minyak dunia turun dalam kisaran terbatas di perdagangan pagi ini. Perang dagang Amerika Serikat (AS) vs China menjadi pemberat bagi pergerakan harga si emas hitam. Pada Selasa (3/9/2019) pukul 08:13 WIB, harga minyak jenis brent turun 0,1%. Sementara harga minyak jenis light sweet juga turun, tetapi lebih tipis di 0,04%. Seperti kemarin, harga minyak masih…

Details

Ayo Nabung Emas! Masih Bisa Naik, AS-China Belum Damai

Arah pergerakan harga emas dunia sedang dicermati oleh para pemodal saat pasar keuangan global sedang bergejolak. Pada peradangan awal pekan, harga emas dunia sempat menguat tipis. Setelah selama sepekan terakhir, harga emas terkoreksi tipis 0,01%. Namun jelang siang hari, harga emas mulai ini meredup dan penguatannya terus terpangkas. Hingga akhirnya tadi malam harga emas sempat…

Details

Rupiah Lemah di Pasar Spot dan Kurs Tengah Bi, Ini Sebabnya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Rupiah pun tidak berdaya menghadapi dolar AS di pasar spot. Pada Selasa (3/9/2019), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar rate/Jisdor menunjukkan angka Rp 14.217. Rupiah melemah 0,19% dibandingkan posisi hari sebelumnya. Sementara di perdagangan pasar spot,…

Details

Investasi pada Dolar Australia Rugi 5,74%, Kenapa?

Kinerja mata uang Dolar Australia (AUD) terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) sejak awal tahun hingga bulan Agustus 2019 bisa dikatakan anjlok. Secara akumulatif, Dolar Australia melemah 4,44% dan diperdagangkan pada level AUD 0.673/USD di pasar spot pada penutupan Jumat (30/08/2019), berdasarkan data yang dihimpun Refinitiv (Reuters). Sedangkan jika diperbandingkan dengan rupiah, ternyata pelemahan Negeri Kanguru tersebut lebih dalam…

Details